KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Di utara Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Palagan Tentara Pelajar, lima menara berdiri megah merajut langit Kota Pelajar. Kawasan terpadu Mataram City besutan PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) ini kini tidak hanya hidup sebagai pusat hunian dan hospitality, melainkan menjelma menjadi salah satu ikon pertumbuhan Kota Yogyakarta. Keberadaan lahan Yogyakarta yang relatif tidak luas menuntut hadirnya bangunan hunian vertikal yang lebih hemat lahan. Dengan tagline “The First, The Biggest, The Tallest”, kawasan Mataram City menjadi pelopor dan media edukasi bagi warga Yogyakarta untuk menjalani kehidupan di hunian vertikal.
Hari Hardono (Alumni Fakultas Pertanian UGM Angkatan 1981) dan Bogat Agus Riyono (Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Angkatan 1983) dapat dikatakan sebagai orang-orang yang membidani lahirnya Mataram City. Berasal dari Ambarawa dan Purwokerto, Hari dan Bogat mendapatkan tidak hanya bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan dari Kampus Biru Universitas Gadjah Mada (UGM), namun juga persaudaraan sarat kasih sayang dari masyarakat Yogyakarta yang dengan hangat menyambut datangnya para pelajar dan mahasiswa dari luar kota. Pengalaman kehidupan di Yogyakarta demikian membekas di sanubari Hari dan Bogat sehingga mereka ingin berkontribusi dalam pembangunan perekonomian Yogyakarta. Setelah sebelumnya berkiprah di kota lain, maka tiba saatnya untuk mempersembahkan dharma baktinya bagi kota dan masyarakat Yogyakarta. Mataram City adalah wujud persembahan dari kedua sahabat tersebut.
Hari dan Bogat bercita-cita membawa PT Saraswanti Indoland Development menjadi pengembang yang mampu bersanding dan bersaing dengan pengembang-pengembang lain di Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia dan tata kelola manajemen yang baik mendapatkan perhatian yang serius. Untuk itu, pada tahun 2022 PT Saraswanti Indoland Development diantarkan untuk mulai melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode efek SWID.
Pengembangan Kawasan Terpadu Mataram City

Ditandai dengan groundbreaking pada tahun 2012, kini Mataram City memiliki lima buah menara yaitu Nakula, Sadewa, Yudhistira, Bima, dan Arjuna. Menara Nakula dioperasikan sebagai The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, sedangkan menara Bima dipersiapkan untuk mulai beroperasi sebagai The Royal Alana Yogyakarta Hotel pada akhir Agustus 2026, sementara itu menara Sadewa, Yudhistira, dan Arjuna difungsikan sebagai apartemen. Tiga menara apartemen terdiri atas 1170 kamar yang dihuni oleh pasangan keluarga muda dan mahasiswa yang mendambakan hunian modern dengan layanan menyeluruh. Fasilitas kawasan yang cukup luas, ruang parkir, kolam renang, area komunal, dan juga masjid menjadikan kebutuhan hidup bagi para penghuni tersebut praktis terpenuhi. Terlebih-lebih lagi dengan adanya The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center dan The Royal Alana Yogyakarta Hotel, maka seluruh kawasan tersebut senantiasa terpelihara dengan kualitas yang prima.
Apartemen Arjuna, Pionir Hunian Vertikal Berbasis Smart Home di Yogyakarta

Bagi Hari dan Bogat, membangun properti bukan sekadar mendirikan gedung bertingkat, melainkan menciptakan ruang kehidupan bagi generasi muda untuk merajut masa depan mereka. Semangat ini diwujudkan secara nyata di kawasan terpadu Mataram City, khususnya melalui karya terbaru mereka: Apartemen Arjuna. Hunian vertikal ini hadir sebagai pionir di Yogyakarta yang mengintegrasikan konsep Smart Home, memungkinkan pengelolaan hunian digital sepenuhnya berada dalam genggaman penghuni. Menawarkan tipe studio terluas di kelasnya (34m²), apartemen ini dibuat aman dan nyaman untuk mendukung produktivitas serta kehidupan akademik mahasiswa.
Langkah memiliki unit di Apartemen Arjuna kini menjadi semakin menarik melalui kerja sama strategis bersama Universitas Gadjah Mada. Setiap pembelian unit oleh civitas academica UGM, termasuk para alumni, PT Saraswanti Indoland Development Tbk mengalokasikan dana sebesar 1 persen dari nilai transaksi pembelian tersebut untuk beasiswa pendidikan bagi mahasiswa UGM. Inisiatif ini menjadi wujud sinergi antara dunia usaha dan institusi pendidikan dalam mendukung lahirnya generasi penerus yang unggul.
The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center
Sebagai salah satu pilar utama hospitality di kawasan terpadu ini, The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center menyajikan standar akomodasi kelas atas yang memiliki 264 kamar dan suite mewah dengan perpaduan desain kontemporer modern dan sentuhan tradisi Jawa. Pilihan akomodasi mencakup Deluxe Room, Executive Club Room dengan fasilitas eksklusif mesin kopi dan Hi-Tea, Family Room, Junior Suite, Executive Suite, hingga Presidential Suite. Dilengkapi dengan kolam renang, fasilitas signature spa, kids club, executive lounge, masjid, serta destinasi kuliner seperti Restoran dan Le Papito Coffee & Pastry.

Sebagai hotel yang terinspirasi dari kekayaan budaya lokal, The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center terus menghadirkan inovasi yang memberikan pengalaman autentik bagi para tamu maupun masyarakat. Salah satunya melalui Alana Langgam Rasa, destinasi kuliner khas Jawa yang hadir di area Citywalk Mataram City. Mengusung konsep semi outdoor dengan suasana syahdu, hangat, dan cozy, Alana Langgam Rasa menjadi tempat yang cocok untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja sambil menikmati suasana khas Yogyakarta di malam hari. Alana Langgam Rasa menghadirkan beragam pilihan makanan dan minuman bertema Jawa dengan cita rasa tradisional yang menggugah selera.
Pengunjung dapat menikmati pengalaman kuliner yang lebih interaktif melalui live cooking stall yang menyajikan menu favorit yaitu sate klathak, tongseng kambing, bakmi Jawa, wedang ronde, hingga sop kaki kambing yang dimasak langsung di tempat. Semua sajian tersebut dapat dinikmati setiap hari Senin hingga Sabtu pukul 17.00 sampai 23.00 WIB dengan harga yang terjangkau namun dengan rasa yang premium.
Kawasan Mataram City kian lengkap dengan adanya Mataram City International Convention Center (MICC) yang merupakan gedung konvensi terbesar di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang mampu menampung 3000 orang dan mumpuni untuk penyelenggaraan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) berskala internasional. Gedung MICC sudah sering menjadi pilihan utama untuk berbagai agenda besar. Di bidang kedokteran dan kesehatan, MICC sukses menggelar simposium kedokteran yang dihadiri lebih dari 3.000 peserta hingga berbagai pertemuan korporat dari perusahaan terkemuka.
Berbagai instansi pemerintahan dan perusahaan besar juga rutin mengadakan acara di sini, mulai dari konferensi, pertemuan perusahaan antarbangsa, pelatihan, hingga berbagai seminar. Selain agenda formal, MICC juga sangat fleksibel untuk mengakomodasi acara publik berskala masif. Mulai dari momen khidmat seperti prosesi wisuda universitas yang dihadiri ribuan wisudawan, festival musik tahunan, hingga acara keagamaan akbar yang sukses mengumpulkan sampai 9.600 peserta.

INNSiDE By Melia Yogyakarta

Di luar kawasan Mataram City, PT Saraswanti Indoland Development Tbk mengembangkan INNSiDE By Melia Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Ring Road Utara, Maguwoharjo dengan konsep lifestyle hotel yang menghadirkan pengalaman menginap modern, dinamis, dan berkarakter muda.
Berbeda dengan hotel pada umumnya, INNSiDE by Melia Yogyakarta mengusung desain interior yang bright, fresh, dan contemporary sehingga mampu menciptakan suasana yang nyaman sekaligus inspiratif bagi tamu bisnis maupun leisure. Didukung pula dengan fasilitas lengkap standar hotel bintang 4 seperti pusat kebugaran, restaurant dengan pilihan menu Nusantara, Asian, dan Western, serta layanan bike rental untuk menunjang pengalaman tamu selama berada di Yogyakarta.

Salah satu keunggulan utama yang dimiliki INNSiDE by Melia Yogyakarta adalah keberadaan Skydeck Rooftop Pool & Bar yang menawarkan panorama 360 derajat dengan pemandangan megah Gunung Merapi serta panorama matahari terbenam terbaik di Yogyakarta. Tidak hanya menjadi tempat untuk bersantai, fasilitas eksklusif ini juga menghadirkan pengalaman lifestyle yang berkesan bagi setiap tamu dengan suasana modern dan pemandangan kota dari ketinggian. Skydeck Rooftop Pool & Bar juga dapat difungsikan sebagai venue untuk berbagai acara spesial, seperti intimate wedding, private gathering, acara komunitas, live music gigs, hingga kegiatan corporate event.
Selain itu, INNSiDE by Melia Yogyakarta juga memiliki creative meeting room dengan konsep modern dan fleksibel yang sangat mendukung kebutuhan small meeting, workshop, brainstorming session, maupun kegiatan komunitas dengan suasana profesional namun tetap kreatif dan nyaman. Area parkir yang luas dengan kapasitas hingga 13 bus dan juga satu basement juga menjadi nilai tambah dalam mendukung kebutuhan kegiatan grup, institusi, maupun corporate event berskala besar.

Banyu Bening The Villa Resort
Selain Innside by Melia Yogyakarta, terdapat pula proyek lain di luar Yogyakarta, yaitu Banyu Bening The Villa Resort yang berlokasi strategis di Jalan Jenderal M. Sarbini, jalur lingkar luar Ambarawa, Jawa Tengah. Banyu Bening memiliki aksesibilitas yang dekat dengan gerbang Tol Bawen, pusat rekreasi, fasilitas pendidikan, dan rumah sakit. Mengusung konsep villa privat, kawasan hunian premium ini dilengkapi fasilitas kolam renang pribadi, sistem One Gate System dengan Security 24 jam, serta jaringan infrastruktur bawah tanah (Underground Utility) yang menjaga estetika kawasan hijau tetap asri dan nyaman untuk kebutuhan staycation, healing, maupun retreat.
Proyek landed house yang menyajikan panorama alam terbuka menghadap langsung ke eksotisme Rawa Pening dengan latar belakang Pegunungan Merbabu dan Gunung Telomoyo ini, saat ini telah aktif dioperasikan sebagai akomodasi sewa harian secara profesional dan terintegrasi melalui Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka, Booking.com, Agoda, serta Tiket.com, sehingga mampu memberikan imbal hasil optimal yang sangat disambut positif oleh para investor.

Pintu Gerbang Circular Economy dan Hilirisasi Riset
Pada 18 Mei 2026 telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Saraswanti Indoland Development Tbk dan Universitas Gadjah Mada yang berlangsung di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama SWID, Bogat Agus Riyono, bersama Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc.

Melalui kerja sama tersebut, SWID berkomitmen mengalokasikan dana beasiswa sebesar 1 persen dari setiap transaksi pembelian properti – meliputi Apartemen Arjuna dan Banyu Bening The Villa Resort – serta penggunaan fasilitas MICE di INNSiDE by Melia Yogyakarta dan The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center oleh sivitas akademika maupun alumni UGM. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup penyediaan harga khusus untuk kepemilikan hunian di Apartemen Arjuna dan Banyu Bening The Villa Resort, serta dukungan fasilitas MICE hotel guna menunjang berbagai agenda akademik dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selain penyediaan fasilitas akomodasi dan beasiswa, kerja sama antara SWID dan UGM diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular (circular economy) dan keberlanjutan (sustainability). Melalui integrasi lini bisnis perhotelan SWID, produk-produk teknologi pangan serta pertanian hasil riset inovasi akademisi UGM akan diserap ke dalam rantai pasok operasional hotel. Langkah hilirisasi riset ini diproyeksikan tidak hanya berjalan di Yogyakarta, melainkan akan diperluas ke The Alana Surabaya serta proyek hotel baru SWID yang tengah dikembangkan di kawasan Sentul, Bogor. Dengan demikian, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat dampak nyata hasil riset akademik bagi masyarakat luas. (*)
Monday - Thursday : 08:00 - 17:00 WIB
(Phone until 16:00 Hrs)
Friday - 8:00 - 14:00
Jl. Dr. Saharjo No.83, RT.13/RW.8, Manggarai, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12850