Pelantikan Pengurus KAFEGAMA DIY

Yogyakarta, Kamis, 20/02/2020

Pengurus Pusat Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (KAFEGAMA) secara resmi melantik Pengurus Daerah KAFEGAMA DIY. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KAFEGAMA Perry Warjiyo di Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis, UGM. Bogat Agus Riyono, alumnus Jurusan Akuntansi angkatan 1983 dilantik sebagai ketua KAFEGAMA DIY untuk masa bakti 2020-2023.

“KAFEGAMA DIY siap bersinergi dan berkontribusi dengan Provinsi DIY untuk meningkatkan ekonomi dan budaya yang salah satunya melalui lurik,” disampaikan Bogat dalam sambutannya. Seperti yang disampaikan Bogat saat rapat kerja ketiga KAFEGAMA DIY beberapa waktu lalu, pihaknya bakal fokus membantu produsen lurik dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Pada kesempatan ini Ketua Umum PP KAFEGAMA menyampaikan bahwa setiap alumni FEB UGM harus selalu memiliki dampak untuk setiap daerahnya masing-masing. “KAFEGAMA dimana saja berada harus bisa rukun, guyub, gayeng, dan migunani sebagai bukti bahwa alumni FEB UGM memiliki ikatan kekeluargaan yang solid dan juga berdampak positif untuk kemajuan di setiap daerahnya masing-masing” ucap Perry dalam sambutannya.

Berikut susunan pengurus KAFEGAMA DIY

Dewan Pertimbangan :

  • Eko Suwardi
  • Herry Zudianto
  • Sapto Amal

Pengurus Harian :

  • Ketua : Bogat Agus Riyono (1983)
  • Wakil Ketua : Rudy Badaruddin (1982)
  • Sekretaris 1 : Anisa Nurpita (2005)
  • Sekretaris 2 : Satriyo Dwicahyo (2004)
  • Bendahara 1: Dhani Dwi Astuti (2004)
  • Bendahara 2 : Ratri Paramita (2004)

Bidang Pengembangan Penelitian Dan Pendidikan

Wakil Ketua 1 Bidang :

  • Amirullah Setya Hardi (1994)
  • Anggota :
  • Dionisius Desembriarto (1991)
  • Latri Wihastuti (2003)

Bidang Pemberdayaan dan promosi alumni

Wakil Ketua 2 Bidang :

  • Budi Asmarawati (1985)

Anggota :

  • Shita Lusi Wardani (1986)
  • Umma Gumma (2004)

Bidang Kerjasama

Wakil Ketua 3 Bidang :

  • Putut Purwandono (2004)

Anggota :

  • Gunawan Nugroho Utomo (1998)
  • Endarwati (1994)

Bidang Humas

Wakil Ketua 4 Bidang :

  • Sri Susilo (1986)

Anggota :

  • Barkah (1983)
  • Afnan Harifi (1993)

Launching Hidroponik Binaan KAFEGAMA NTB

PRESS RELEASE

LAUNCHING HIDROPONIK BINAAN KAFEGAMA NTB:

Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Pengentasan Kemiskinan melalui Pertanian Perkotaan (Urban Farming)
CP: Supiandi, SE., M.Ec. Dev (Ketua Harian KAFEGAMA NTB)

Kemandirian pangan merupakan cita-cita agung yang harus diwujudkan oleh semua pihak. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang, baik pada tingkat nasional maupun lokal hingga perseorangan secara merata di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tercapainya ketahanan pangan di Indonesia berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah, struktur politik dan ekonomi yang tepat untuk mendukung terciptanya ketahanan pangan yang mengakar kuat, serta kondisi lingkungan, baik alam, sosial, dan budaya, teknologi dan sumberdaya manusia. Hal ini dikarenakan masalah ketahanan pangan merupakan permasalahan lintas sektoral dan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya urbanisasi merupakan tantangan di masa depan, diperkirakan pada tahun 2025, sebanyak 65% penduduk dunia tinggal di kota. Peningkatan jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan ini akan menimbulkan permasalahan – permasalahan terkait infrastruktur publik, tempat tinggal, tenaga kerja, kerawanan pangan, lingkungan dan sanitasi.

Alih fungsi lahan pertanian menjadi lokasi pemukiman/tempat tinggal, tempat usaha, industri, dan perkantoran berdampak pada penurunan luas lahan pertanian untuk menghasilkan komoditas pertanian atau bahan baku pangan. Alih fungsi lahan berdampak pula pada peningkatan jumlah masyarakat miskin perkotaan. Hal ini karena terjadi pergeseran peran dari pemilik tanah, yang mendapatkan penghasilan dari komoditas pertanian, menjadi pekerja penggarap atau bahkan pengangguran karena mereka umumnya tidak memiliki keterampilan atau keahlian selain bercocok tanam. Kondisi ini merupakan titik awal terjadinya kerawanan pangan.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan harus ada terobosan kebijakan dari pemangku kepentingan. Salah satunya dapat dilakukan melalui pertanian perkotaan (urban farming) yang dilakukan baik secara horizontal maupun vertikal. Urban farming adalah konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan, yang berbeda ada pada pelaku dan media tanamnya. Pertanian konvensional lebih berorientasi pada hasil produksi dengan lahan pertaninan yang luas, sedangkan urban farming lebih pada karakter pelakunya yakni masyarakat kota dengan lahan yang sempit.

Tujuan dari Urban farming adalah bermanfaat sebagai ruang terbuka hijau, dapat memenuhi konsumsi pangan keluarga, bahkan bisa menghasilkan pendapatan yang berkali lipat, tentunya dengan memanfaatkan teknologi pertanian yang tepat disesuaikan dengan suhu lingkungan dan komoditas yang ingin dikembangkan.

Penelitian yang dilakukan Alice dan Foeken pada tahun 1996 di kota Nairobi, Kenya menunjukkan bahwa pertanian kota yang diimplementasikan di kota Nairobi mampu meningkatkan asupan energi petani kota (5,5%) dan petani kota binaan (19,23%) dibandingkan anggota masyarakat yang bukan pelaku pertanian kota. Demikian pula dengan asupan protein, petani kota dan petani kota binaan mengalami peningkatan asupan protein sebesar 1,64% dan 8,2% (secara berurutan).

Berkaca dari fenomena dan hasil penelitian diatas, KAFEGAMA NTB hadir memberikan solusi kepada masyarakat perkotaan dengan cara melatih generasi milenial perkotaan untuk menjadi petani kota. Pelatihan sudah dilaksanakan pada bulan November dan Desember tahun 2019 di Pondok Pesantren Darul Qur’an, Bengkel, Lombok Barat. Para peserta diberikan pelatihan tentang budidaya hidroponik selama 3 hari, peserta diberikan pemahaman teori dan langsung praktik budidaya hidroponik.

Alhamdulillah, hari ini KAFEGAMA NTB melaunching hidroponik percontohan di Lingkungan Dasan Cermen Barat, kelurahan Dasan Cermen. Pemilihan lokasi ini dikarenakan Dasan Cermen adalah binaan KAFEGAMA NTB dan saat pelatihan ada 5 generasi milenial Dasan Cermen yang mengikuti pelatihan, mereka tergabung dalam pokdarwis Dasan Cermen.

Harapan KAFEGAMA NTB, ini adalah percontohan yang bisa ditiru langsung oleh masyarakat. Selain menjadikan lingkungan asri, budidaya hidroponik juga sangat menguntungkan secara ekonomi. Saat ini, KAFEGAMA NTB membina beberapa petani hidroponik dan sudah memiliki pasar yang terjamin yaitu beberapa hotel dan supermarket. Permintaan harian sayur hidroponik melewati KAFEGAMA NTB saat ini 20 kg/hari, dengan harga rata-rata 20 ribu rupiah/kg. Untuk yang kita launching hari ini (Dasan Cermen), ada 2 instalasi dengan kurang lebih 500 lubang hidroponik, satu kali panen akan menghasilkan 50 kg sayuran, artinya sekali panen ada pendapatan sebesar 1 juta rupiah.

KAFEGAMA NTB akan terus berkomitmen untuk mendampingi masyarakat agar semakin sejahtera, sejahtera yang ditandai dengan bertambahnya pendapatan. Budidaya hidroponik ini tidak membutuhkan waktu yang lama, jadi bisa dikerjakan tanpa mengganggu pekerjaan utama. Akhir-akhir ini trend menjadi petani kota cukup tinggi, ditandai dengan tingginya permintaan pendampingan budidaya hidroponik ke KAFEGAMA NTB, beberapa hari kedepan kami sudah memiliki jadwal lebih dari 10 titik pendampingan, jika ada Bapak-Ibu yang ingin kami dampingi menjadi petani kota, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi KAFEGAMA NTB melalui Ketua Harian KAFEGAMA NTB (Supiandi, SE., M.Ec. Dev – 081918381255)

Selain menjadi sumber pendapatan baru, hidroponik di Dasan Cermen ini akan menjadi tujuan wisata Edukasi, menambah destinasi sebelumnya yang sudah di Launching yaitu Eduwisata menanam padi, kandang sapi, pembuatan pupuk kompos, kendang ayam, kendang bebek, membuat telur asin, kolam lele dan membuat abon lele. Untuk informasi, tahun lalu kelurahan Dasan Cermen menjadi juara 1 lomba KBA Inovasi tingkat nasional dan tahun 2020 ini terpilih sebagai salah satu penyelenggara Festival Kampung Berseri Astra. Kami dari KAFEGAMA NTB selalu siap 24 jam untuk mendukung kemajuan Kelurahan Dasan Cermen.

 

Balai Senat UGM

 

Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA), mengucapkan Selamat & Sukses atas Pengukuhan Guru Besar bagi Bapak Prof. Dr. rer. soc. R. Agus Sartono, MBA pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.
Pada pengukuhan ini Prof. Dr. rer. soc. R. Agus Sartono menyampaikan Pidato pengukuhan dengan judul “INFORMASI ASIMETRIS, AKSEPTABILITAS KEBIJAKAN PUBLIK DAN PENILAIAN ASET. Pada kesempatan yang baik ini turut hadir Ketua Umum KAFEGAMA Bapak Perry Warjiyo, Ph.D.
#KAFEGAMA
#FEBUGM

KAFEGAMA IFF 2019

Kegiatan Indonesia Fintech Forum 2019 (IFF) bertema “Percepatan Tranformasi Digital Ekonomi” yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) telah berjalan dengan baik di Dhanapala Auditorium, Kementerian Keuangan pada Rabu, 4 September 2019.
Acara dimulai pukul 09.30 WIB yang diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum KAFEGAMA, Perry Warjiyo. Dilanjutkan dengan paparan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution sebagai Keynote Speaker dengan tema “Peran Fintech dalam Mendorong Inklusi Keuangan di Indonesia”

Selanjutnya dilakukan simbolisasi pembukaan KAFEGAMA IFF 2019 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Ketua Umum KAFEGAMA, Perry Warjiyo, Sekretaris Umum KAFEGAMA, Friderica Widyasari Dewi, Bendahara Umum KAFEGAMA, Bob T. Ananta, Ketua Panitia KAFEGAMAIFF 2019, Dodit Wiweko Probojakti, Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo dan Dekan FEB UGM, Eko Suwardi.
Sebelum memasuki sesi seminar diskusi panel, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengunjungi booth yang ada didampingi oleh Ketua Umum KAFEGAMA, Perry Warjiyo, Sekretaris Umum KAFEGAMA, Friderica Widyasari Dewi, Ketua Panitia KAFEGAMA IFF 2019, Dodit Wiweko Probojakti dan Bendahara Umum KAFEGAMA, Bob T. Ananta. Kemudian dilanjutkan doorstop interview dengan narasumber Ketua Umum KAFEGAMA, Perry Warjiyo yang didampingi oleh Sekretaris Umum KAFEGAMA, Friderica Widyasari Dewi, Ketua Panitia KAFEGAMAIFF 2019, Dodit Wiweko Probojakti dan Bendahara Umum KAFEGAMA, Bob T. Ananta.

Acara diteruskan dengan Seminar Nasional Panel 1 dengan topik “Shaping the Future of Indonesia Fintech Industry” yang dipandu oleh moderator Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo dengan pembicara antara lain :
1. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng
2. Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh
3. Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital, Sukarela Batunanggar

Setelah panel diskusi pertama selesai, rekan media kembali melakukan doorstop interview dengan Deputi Gubernur BI, Sugeng, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital, Sukarela Batunanggar.

Rangkaian acara KAFEGAMA IFF 2019 berlanjut dengan Panel Discussion 2 yang mengangkat topik “The Untold Story. Why We Survive?” dan menghadirkan moderator CEO & Co Founder Katadata, Metta Dharmasaputra dengan pembicara pelaku startup yang ada di Indonesia antara lain:

1. SVP TRAVELOKA, Alvin Kumarga
2. CEO Modalku, Reynold Wijaya
3. CEO & Co Founder TaniHub, Pamitra Wineka
4. CEO Modal Rakyat, Stanislaus Tandelilin

Media kembali melakukan doorstop interview dengan narasumber SVP TRAVELOKA, Alvin Kumarga dan CEO & Co Founder TaniHub, Pamitra Wineka setelah Panel Discussion 2 berakhir.

Acara dilanjutkan sesi Startup Pitching Competition dengan 8 finalis antara lain:
1. Crowde – Penjualan Hasil Pertanian
2. Danadidik – Pinjaman Dana Pendidikan
3. Duithape – e-payment app
4. Gradana – Pendanaan Property
5. Halofina – Financial Planner App
6. Kolega Kapital – Pinjaman Usaha Mikro khusus Perempuan
7. Portofolio – Market Trading app
8. Zendmoney – Pengiriman Uang antar negara untuk Pekerja Migran.

Adapun dewan juri Startup Pitching Competition antara lain :
1. Kepala Group Inovasi Keuangan Digital OJK, Triyono
2. CEO PT Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro
3. Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, Sunu Widyatmoko
4. Direktur Bisnis Konsumer BNI, Anggoro Eko Cahyo

Setelah sesi Startup Pitching Competition, acara berlanjut dengan sesi Fireside Chat yang mengangkat topik “Radical Transformation In Financial Industry” dengan moderator Direktur Riset Center of Reform Economics, Pieter Abdullah dan satu pembicara Chief Information Officer Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans.

Rangkaian kegiatan KAFEGAMA IFF 2019 ditutup dengan Awarding Pitching Competition yang menghasilkan 3 besar pemenang antara lain :
1. Halofina
2. Crowde
3. Portofolio

Fintech Forum – Pitching Competition

KAFEGAMA Calling all the innovator Accelerate your innovation. Indonesia Fintech Forum 2019 Startup Pitching Battle the registration is now open! Be part to be one out of ten Amazing startup to be able to present in front of 1000 audiences range from Corporate, Investor, and many startup enthusiast. And don’t miss the opportunity grow your market and accelerate your networking by participate in our startup match making! Get your start up registered: bit.ly/iff19pitchingregistration

 

Pers Release Gathering KAFEGAMA

Makassar, 06 Juli 2019

Talkshow : “Merekatkan dan Memberdayakan KAFEGAMA untuk Pengembangan Ekonomi Wilayah”Pembicara :

  • Bambang Kusmiarso
  • Hendri Saparini, PhD
  • Toni Hajar

Potensi Sulawesi adalah potensi pertumbuhan ekonomi yg besar melalui Industry Agriculture yaitu Udang, Rumput Laut, Ikan, Cacao. Dibutuhkan policy direction wilayah Sulawesi Selatan utk mempertahakan dan meningkatkan pertumbuhan eksport agriculture secara signifikans, dari target 6.56% di 2019. Sehingga dapat mempertahankan rata2 pertumbuhan ekonomi Sulsel 7.58%.

Fungsi logistic mengambil porsi 24% dari GDP, sehingga connectivity di Indonesia Timur sebagai gerbang eksport agriculture ke Eropa, Australia, dan IBT. Posisi Makssar sangat tepat sebagai hub dari Indonesia Timur menuju Jawa – Bali – Sumatra. Sehingga diperlukan pembangunan port baru di Makassar terintegrasi antara pelabuhan, pergudangan, perindustrian, infrastructure dan KEK. Pembangunan yg dibutuhkan diantaranya adalah kereta api Makassar – Parepare, utk membawa komoditas beras 3 juta ton/tahun, pembangunan port baru, pembangunan jalan2 baru.

Solusi strategis dan komprehensif adalah fungsi sinergitas antar alumni FE UGM utk mendorong perekonomian efektif. Diantaranya solusi specific sesuai dengan local contents. Solusi kontributif dari kafegama utk melakukan pembangunan efektif di infrastructure. Diantaranya : Tourisms, Education

The 25th Years Alumni Reunion of KAFEGAMA 1993

KAFEGAMA 1993

 

On Saturday, 1st September 2018 at 19.00 WIB, there is an unfamiliar voice at Plaza FEB UGM, a small talk of KAFEGAMA 1993 (Universitas Gadjah Mada Faculty of Economics Almuni Community). Those who had not meet for 25 years, sharing a smiles and stories under the sky of Yogyakarta. An Angkringan cart, with nasi kucing and ginger milk, were served to accompany their chitchat. The event was also enliven by a singer with a band.

The reunion was initiated by Kafegama 1993, they needed 25 years to realize it. The chairman of reunion committee is Fadjar Dwi Wisnhuwardhani. The reunion had the purpose of keep stay in touch between class of 1993, to be a place to share their experiences from the period of after their graduation until present time and also as a mood booster for them whose have busy life in their workplace. “Also we want to share about our careers experience to FEB UGM. We want to have better relationship with FEB UGM”, said Fadjar.

The reunion began with Sharing Session with FEB’s students on Friday, 31 August 2018 at 3.30 WIB, in 3 locations at Auditorium Djarum Hall (Management student), Audiovisual room (Accounting student) and Kertanegara room (Economics student). All students, gladly, have a great enthusiasm for this sharing session. And the next agenda is Napak Tilas or touring campus, on Saturday, 1 Setpember at 07.00 WIB, this tour was start from Bunderan Boulevard UGM, to Graha Sabha Pramana UGM, and for the last they visited Balairung UGM. As the peak of this reunion agenda, they held dinner and casual talk at Plaza FEB UGM, as mentioned above.

The last agenda of the reunion was having dinner and quality time between alumni by singing together, one of hits song titled Isabella was sang by alumni that night. Opening ceremony was started with one of alumni did a prayer and continued by speech delivery from the Chairman of Reunion Committee, Fadjar Dwi Wisnhuwardhani and Dean of FEB UGM, Eko Suwardi, Ph.D. After the opening, it’s time for one of core agenda which is scholarship announcement for six FEB UGM students. Then, they played a flashback video and showed photos of Kafegama 1993, the laughter frequently accompanied them. Finally, the reunion night was closed with they sang a hit song, Kenangan.

Source : Andi Purnama Sari

Alumni Grand Reunion FE UGM Class of 81: Among Friends Meet Again Warmly

KAFEGAMA 81

 

On Saturday, 8 August 2018 at 12.00 WIB in the Hallway of Faculty of Economics and Business (FEB) UGM, there was noise that was not from students, not as usual. This time came from a different source. The faces, which showed that they had gone through various phases of life, were sitting at several round tables and listening to the Master of Ceremony. Old songs from the keyboard played softly and the participants were asked to mention the title and singer of them. Apparently, Alumni Grand Reunion FE UGM Class of 81 event was underwaying.

The event among former university students turned out to happen again after 37 years. Aful Basri who became Chairman of the Grand Reunion Committee initially took the initiative with other friends because he saw the interest of alumni to meet very high. A small meeting was held to discuss the time, location, and event. As a result, the reunion began on Friday (17/8) night with activities which were having a dinner together and had a casual chat at Malioboro. Campus tour also enlivened the event in the next day. Walking from Gadjah Mada University Club (UC) UGM Hotel to Balairung UGM reminded alumni of their journey as students many years ago. “Earlier we also went to the new Learning Center Building of FEB UGM and all of us was amazed because now FEB was so much more advanced. We were very moved and proud, especially the AACSB international accreditation which has been successfully achieved by the faculty, “said Ridwan Nurazi who is now the Rector of the Universitas Bengkulu.

After touring, the next agenda was directly taken by lecturers who had ever taught alumni. Some of them were Arief Suadi, Abdul Halim, Basu Swasta, Suad Husnan, L. Suparwoto, Ibnu Subiyanto, Andreas Budi, Hardo Basuki and Zaki Baridwan. They testified when teaching students in class of 81. The laughter frequently accompanied the story of the teachers. Then, the event was continued with lunch and entertainment. On the sidelines of the entertainment, all alumni danced Gemu Famire at Plaza FEB UGM. That night, the art performance and exchange-gift were held which marked the culmination of reunion.

The purpose of holding Alumni Grand Reunion FEB UGM Class of 1981 was to remind that each alumni has owned their respectively professions, but before they were fellow students in this campus. “Therefore, I hope our relationship is closely tied to an unlimited time according to our theme, ‘Kekancan Sak Lawase’. In addition, hopefully FEB continues to be better and its students are able to bring UGM’s good name to the international world “said Aful Basri.

Source: Santini Dewi Putri

Alumni Family of Faculty of Economics and Business Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) Conducted 2nd National Conference

Munas 2 KAFEGAMA

 

Alumni Family of Faculty of Economics and Business Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) conducted the 2nd National Conference (Munas) on Saturday, July 7th, 2018. The national conference was held on the lobby learning center building of FEB UGM and it was attended by hundreds of alumni from various years and study programs. The purpose of the conference was also to maintain rapport between alumni, Munas II was carried to elect KAFEGAMA committee members for the period 2018-2022.

The event started at 9 am and opened by welcoming speech from Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, as the head of Munas II KAFEGAMA. After that, the second speech was delivered by the Dean of FEB UGM, Dr. Eko Suwardi. He thanked all alumni who were willing to take their time to be present at FEB UGM.

The event continued with the presentation of accountability report by KAFEGAMA committees period 2015-2018 consists of Sapto Amal Damandari (Chairman of KAFEGAMA 2015-2018), Anggito Abimanyu (General Secretary of KAFEGAMA 2015-2018), and Wisnuntoro (General Treasurer of KAFEGAMA 2015-2018). On the occasion, Anggito explained a series of activities that KAFEGAMA had done on 2015-2018. Activities undertaken including actively participate in seminars held by FEB UGM, soft skill training for students, a book publishing, charity, and others.

After the accountability report presentation, the selected KAFEGAMA committees for 2018-2022 period was officially announced. Based on the results of the meeting, Perry Warjiyo, who also serves as the Governor of Bank Indonesia for period 2018-2023, was elected as Chairman of KAFEGAMA period 2018-2022, replacing Sapto Amal Damandari. In addition, Frederica Widyasari Dewi was elected as General Secretary and Bob T. Ananta as the new General Treasurer of KAFEGAMA.

Source : Ulayya Gempur Tirani